Ada cerita yang semakin membuat momen tersebut terasa istimewa. Sebelum menerima hadiah umrah, Noviar mengaku sempat mengalami mimpi yang membekas dalam ingatannya.
Dalam mimpi itu, ia berada di rumah seorang saudara di kampung yang telah meninggal dunia. Ia kemudian diminta mengambil air dari sebuah sumur yang memiliki banyak air.
Kini, mimpi tersebut menjadi bagian dari cerita perjalanan hidupnya ketika sebuah hadiah besar datang tanpa pernah ia perkirakan.
Bagi Noviar, perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya tentang sebuah hadiah, tetapi juga tentang harapan, doa, dan rasa syukur seorang ibu yang menjalani hidup sederhana dengan penuh ketabahan.
Ia pun menyampaikan doa agar Partai Demokrat semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga Demokrat sukses ke depannya dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Demokrat hidup, Demokrat jaya,” tuturnya.
Dari sebuah warung kecil di Aik Merbau, lahir sebuah kisah besar tentang harapan yang tumbuh diam-diam.
Noviar Andarita membuktikan bahwa kebahagiaan terkadang datang pada saat seseorang tidak lagi menghitung kapan ia akan tiba. (BilitonNews.co/Gumay)



Komentar