Belitung
Home » Berita » Dari Tradisi ke Dunia Internasional: Belitung Rayakan HUT ke-188 Tanjungpandan dengan Capaian Strategis

Dari Tradisi ke Dunia Internasional: Belitung Rayakan HUT ke-188 Tanjungpandan dengan Capaian Strategis

Tradisi adat Berebut Lawang menjadi pembuka Rapat Paripurna XIX DPRD Kabupaten Belitung dalam rangka Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-188, Rabu (1/7/2026). (Dok. Sekretariat DPRD Belitung)

BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN — Rapat Paripurna XIX Masa Persidangan III Tahun 2025–2026 yang digelar oleh DPRD Kabupaten Belitung di Gedung DPRD Jalan Anwar, Rabu (1/7/2026), menjadi momentum penting dalam peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-188.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan sarat makna sejarah, dengan mengangkat tema “Belitung Menuju Kota Global Berbasis Maritim dan Budaya”, yang menegaskan arah pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penguatan identitas budaya lokal.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani, serta dihadiri Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat dan Wakil Bupati Syamsir.

Hadir pula unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tokoh masyarakat, mantan Bupati Belitung Sahani Saleh, serta perwakilan lembaga adat, instansi vertikal, BUMN/BUMD, hingga camat dan kepala desa se-Kabupaten Belitung.

Rangkaian acara dibuka dengan tradisi adat Berebut Lawang dan Tarian Selamat Datang, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yang menambah kekhidmatan suasana peringatan hari jadi kota bersejarah tersebut.

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Belitung Tegaskan Komitmen Presisi dan Pengabdian untuk Masyarakat

Dalam agenda paripurna ini, turut dilakukan penyerahan Surat Keterangan Tanah (SKT) atas lahan seluas 7.500 meter persegi di kawasan situs makam K.A. Rahat (Depati Cakradiningrat VIII) di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong.

Penyerahan ini menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh pendiri daerah sekaligus upaya pelestarian nilai sejarah lokal.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *