Meski demikian, Hellen tetap mendorong peserta yang rutin berlatih untuk memiliki perlengkapan pribadi guna menjaga kenyamanan serta kebersihan dalam jangka panjang.

Savana Yoga berdiri sejak 2018. Awalnya, studio ini berlokasi di kawasan Jalan Sekolah sebelum kemudian berkembang dan menetap di lokasi saat ini.
Selama perjalanannya, studio tersebut telah menerima ratusan peserta dari berbagai latar belakang dengan aktivitas yang berlangsung secara berkala.
Hellen menilai perkembangan paling signifikan terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya pemanfaatan media sosial sejak 2025 untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Di sisi lain, ia menyoroti tantangan utama dalam praktik yoga, yakni konsistensi.
Menurutnya, kendala terbesar bukan terletak pada teknik atau gerakan, melainkan pada kemauan untuk memulai dan menjaga rutinitas latihan secara berkelanjutan.
Meski demikian, ketika seseorang telah menemukan kenyamanan dalam yoga, aktivitas tersebut kerap berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang sulit ditinggalkan.
Ke depan, Hellen berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah, khususnya melalui dukungan sektor olahraga seperti Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI, agar yoga semakin dikenal dan mendapat tempat dalam pembinaan kesehatan masyarakat.
Dari ruang latihan sederhana di Tanjungpandan, yoga terus berkembang bukan hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai ruang pemulihan, keseimbangan, dan kesadaran diri di tengah masyarakat. (BilitonNews.co/Gumay)





















Komentar