BILITONNEWS.CO, BELITUNG — Istilah puy dalam sebuah kelompok arisan di Belitung menjadi sorotan setelah owner arisan tersebut mengungkap adanya persoalan pembayaran sejumlah anggota.
Owner grup “12/8 Arisan Pui 200 Ribu/Hari”, Mesi, menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme puy yang selama ini digunakan para anggotanya.
Menurut Mesi, puy merupakan mekanisme ketika seorang anggota yang belum sampai pada giliran mendapatkan dana memilih menjual atau mengalihkan hak arisannya kepada anggota lain.
Dengan cara tersebut, anggota yang membutuhkan uang bisa mendapatkan pencairan lebih cepat.
Namun, uang yang diterima tidak selalu sama dengan nilai penuh hak arisan.
“Misalnya seharusnya menerima Rp2 juta, tetapi belum waktunya menarik. Dia puy atau menjual arisannya ke anggota lain supaya uangnya cair, walaupun tidak full, misalnya dapat Rp1,7 juta,” kata Mesi kepada BilitonNews.co, Jumat (14/8/2026).
Menurut Mesi, setelah dana diterima melalui mekanisme tersebut, kewajiban pembayaran tetap berjalan sesuai kesepakatan.
Berawal dari Kebutuhan Uang
Mesi kemudian menceritakan salah satu kejadian yang melibatkan anggota berinisial Re.
Menurutnya, sebelum giliran Re berjalan, anggota tersebut sempat menghubunginya dan meminta bantuan untuk menjual giliran arisannya.
Alasannya, Re disebut sedang membutuhkan uang untuk menebus sepeda motor milik suaminya yang sedang digadaikan.
“Dia datang ke saya dan minta tolong jualkan arisannya karena sedang butuh uang untuk menebus motor suaminya yang digadaikan,” tutur Mesi.


Komentar