Dalam transaksi tersebut, kata Mesi, terdapat pula perhitungan dengan utang sebelumnya sehingga jumlah dana yang diterima telah dikurangi dengan kewajiban tersebut.
Mesi mengaku masih mengingat bahwa Re kemudian mengatakan uang tersebut digunakan untuk menebus sepeda motor.
Bahkan, menurut Mesi, Re sempat mengirimkan foto motor setelah berhasil ditebus.
“Dia bilang, ‘Yang, makasih banyak ya sudah membantu. Alhamdulillah ikut arisan sama kamu, motor suami saya bisa ditebus’,” ujar Mesi.
Awalnya Pembayaran Lancar
Mesi mengatakan arisan tersebut mulai berjalan sekitar 14 Mei 2026.
Pada 24 Mei 2026, giliran pertama ditarik oleh owner.
Selanjutnya peserta lain mendapat giliran sesuai nomor yang telah disepakati.
Mesi menyebut, pada awal perjalanan pembayaran masih berjalan lancar.
Namun, setelah memasuki giliran berikutnya, pembayaran disebut mulai tersendat.
Ia mengatakan terdapat kewajiban yang hingga kini belum diselesaikan secara penuh.
Arisan tersebut kemudian terus berjalan hingga pada 12 Agustus 2026 memasuki nomor sembilan.
Saat ini, kelompok tersebut disebut telah berjalan menuju nomor 10.
Owner: Arisan Berdasarkan Kepercayaan
Mesi mengatakan dirinya telah menjalankan kegiatan arisan sejak 2008.
Ia mengaku meneruskan kegiatan tersebut dari orangtuanya.
Menurutnya, arisan sejak awal bukan sekadar kegiatan mengumpulkan uang, tetapi juga dibangun berdasarkan kepercayaan dan komitmen antaranggota.
Peserta arisan yang dikelolanya berasal dari berbagai daerah.
Selain Belitung, terdapat anggota yang berada di Jakarta dan Bandung.


Komentar