“Polri tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Kami ingin hadir untuk semua kalangan, mendengarkan, menjalin persaudaraan, serta memberikan rasa aman tanpa membedakan agama, suku, maupun golongan.
Karena masyarakat bukan hanya pihak yang kami layani, tetapi juga mitra dalam menjaga keamanan dan keharmonisan,” ujarnya.
Kegiatan Minggu Kasih tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat pesan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Perbedaan keyakinan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk saling menghormati dan menjaga persaudaraan.
Sebab, keamanan bukan hanya tentang terbebas dari gangguan dan ancaman. Keamanan juga berarti setiap umat beragama dapat beribadah dengan tenang, setiap warga merasa dihargai, dan setiap orang memiliki ruang yang sama untuk hidup berdampingan dalam damai.

Pada akhirnya, makna Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan. Nilai itu tumbuh ketika kehadiran aparat dirasakan sebagai bentuk pelayanan, kepedulian, dan persahabatan.
Dari Gereja Santa Maria, pesan itu kembali digaungkan, menjaga keamanan adalah tugas bersama, sementara merawat toleransi dan persaudaraan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. (*/BilitonNews.co/Gumay)

Komentar