Reny berharap persoalan itu masih dapat diselesaikan melalui jalur damai dan kekeluargaan.
“Saya berharap secara kekeluargaan, ibaratnya damailah karena kami kooperatif. Dipanggil kami datang.
Kalau ada jalan damai, kami siap mengikuti solusi penyelesaian masalah ini. Kami tidak ada itikad untuk menipu karena posisi kami memang ingin bertanggung jawab sampai selesai,” ujar Reny.
Musniah menyampaikan hal senada. Ia mengaku tetap memiliki keinginan untuk menyelesaikan kewajibannya, tetapi meminta diberikan waktu karena kondisi ekonomi yang dinilainya sedang sulit.
“Saya memang ingin menyelesaikan masalah ini supaya cepat selesai. Saya tetap bertanggung jawab dan tetap membayar, tetapi karena ekonomi sekarang sulit, saya minta waktu untuk membayar secara cicilan.
Mudah-mudahan ada jalan terbaik untuk menyelesaikannya,” kata Musniah.
Ia berharap persoalan tersebut tidak semakin melebar dan masih terdapat ruang untuk mencari penyelesaian secara kekeluargaan.
Rosmayanti juga menyatakan kesiapannya memenuhi kewajiban melalui mekanisme pembayaran bertahap apabila diberikan kesempatan.
“Apa pun caranya kami selesaikan. Kalau disuruh mencicil, kami akan mencicil. Kami tetap kooperatif. Dipanggil kami datang,” ujar Rosmayanti.
Ia menegaskan, laporan kepada aparat penegak hukum tidak serta merta berarti dirinya bersama dua orang lainnya menolak bertanggung jawab.
Rosmayanti menyebut pembayaran sebelumnya tetap dilakukan, meskipun sebagian dilakukan secara mencicil.
Ia berharap seluruh pihak dapat menemukan solusi yang memungkinkan kewajiban tersebut diselesaikan tanpa memperpanjang persoalan.


Komentar