BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN — Di sudut Simpang Tiga Jalan Serma Abdullah, kawasan Kebun Jeruk, Tanjungpandan, Kamis (2/7/2026) malam, terdengar suara aktivitas “meja goyang” yang mungkin bagi sebagian orang hanyalah bunyi pekerjaan biasa.
Namun bagi puluhan keluarga, suara itu adalah denyut kehidupan irama sederhana yang menjaga dapur tetap mengepul dan harapan tetap menyala.
Di balik aktivitas itu tampak sosok Irfandi, yang akrab disapa Atung. Sejak memulai usaha pada 2012, ia memilih menjalankan bisnis penampungan hasil tambang dengan tujuan yang tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga membuka ruang penghidupan bagi sahabat, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.
“Kami ingin usaha ini bisa membantu teman-teman lama dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Atung kepada wartawan BilitonNews.co.
Menurut Atung, keputusan menekuni usaha tersebut berawal dari jaringan pertemanan yang telah terjalin sejak lama.
Dari hubungan sosial itulah perlahan tumbuh sebuah usaha yang kini menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang.
Di tengah perjalanan usaha, tantangan terus datang. Atung mengakui kondisi harga komoditas saat ini mengalami penurunan sehingga berdampak terhadap aktivitas perdagangan.
“Sekarang harga sedang anjlok,” ungkapnya.
Ia menjelaskan sistem pembelian dilakukan berdasarkan berat atau per kilogram. Untuk kadar tertentu, harga pembelian saat ini berada di kisaran Rp154 ribu per kilogram.
Meski telah memiliki kemitraan dengan PT Timah melalui jalur mitra kerja, Atung mengaku dunia usaha yang dijalankannya belum mendapat dukungan langsung dari pemerintah setempat.



Komentar