Belitung
Home » Berita » Bukan Sekadar Cabai, Ini Cerita Perjuangan Petani yang Menemukan Harapan di Tengah Workshop YAMI

Bukan Sekadar Cabai, Ini Cerita Perjuangan Petani yang Menemukan Harapan di Tengah Workshop YAMI

Munti, S.Pd, guru SDIT Bina Insani sekaligus panitia Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi YAMI, mengangkat bungkusan cabai dengan senyuman. Momen sederhana tersebut menjadi simbol kepedulian dan semangat membantu hasil panen seorang petani di tengah kegiatan workshop. (BilitonNews.co/Gumay)

Sebuah “lapak kecil” pun hadir bukan karena rencana besar, tetapi karena rasa peduli.

Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini kami manfaatkan juga supaya teman terbantu. Harganya cukup lumayan murah, sekitar Rp17 ribu per kilogram cabai merah,” ungkapnya.

Bagi sebagian orang, menjual cabai mungkin hanya aktivitas biasa. Namun bagi seorang petani, setiap kilogram hasil panen menyimpan cerita tentang tenaga, waktu, dan harapan yang ditanam bersama bibit yang tumbuh di tanah.

Munti mengatakan, aksi tersebut bermula dari grup alumni SMA Muhammadiyah yang baru terbentuk beberapa hari sebelumnya. Dari ruang komunikasi sederhana itu, tumbuh semangat untuk saling menguatkan.

“Ini kegunaan grup teman di WhatsApp. Dari situ ternyata ada teman yang jual cabai, lalu karena kami menjadi panitia di sini, kami manfaatkan momen ini,” katanya.

Terungkap! 52,5 Ton Pasir Timah Ilegal di Belitung Diduga Hendak Diselundupkan, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Munti bersama timnya merupakan panitia lokal dari Yayasan Bina Insani yang dipercaya membantu pelaksanaan workshop. Sebanyak sekitar 15 orang terlibat dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Meski hanya sebuah langkah kecil, kisah cabai di tengah workshop pendidikan ini menghadirkan pesan yang lebih besar. Bahwa kepedulian tidak selalu hadir dalam bentuk yang megah.

Kadang, ia datang dari sebuah pesan singkat, sebuah niat membantu, dan sekelompok orang yang memilih untuk peduli.

Di tengah upaya mencerdaskan generasi melalui pendidikan, kisah sederhana ini mengingatkan bahwa nilai kemanusiaan dan kebersamaan tetap menjadi pelajaran penting yang tidak tertulis di dalam buku. (BilitonNews.co/Gumay)

Mobil Baru Tak Bisa Isi Pertalite Tanpa Barcode, Pengawas SPBU di Belitung: Kami Ikuti Aturan Pertamina

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer