Akibatnya, proses penanganan kebakaran tidak dapat segera dilakukan.
Hingga siang hari, kepulan asap hitam masih terus terlihat membubung dari bangunan gudang yang terbakar.
Polisi Imbau Massa Menahan Diri
Di tengah situasi yang memanas, Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin turun langsung menemui massa dan meminta agar aspirasi disampaikan melalui jalur dialog.
Ia menegaskan kehadiran kepolisian semata-mata untuk menjaga keamanan dan ketertiban, bukan mewakili kepentingan perusahaan.
“Kami tidak ada sedikit pun kepentingan terkait dengan PT Timah. Itu yang harus rekan-rekan pahami terlebih dahulu terhadap kami pihak kepolisian,” tegas Husni.
Ia juga menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat yang dilindungi undang-undang.
“Kami tidak pernah melarang masyarakat menyampaikan aspirasi. Kami hanya meminta agar penyampaiannya dilakukan secara efektif melalui perwakilan sehingga tuntutan dapat didengar dengan baik,” ujarnya.
Aksi Berakhir Sore Hari
Setelah berlangsung selama berjam-jam, massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 15.30 WIB.
Pembubaran dilakukan setelah adanya komitmen dari perwakilan PT Timah terkait rencana pembuktian pembukaan delapan pos atau stasiun pembelian timah yang sebelumnya menjadi salah satu tuntutan utama para penambang.
Meski aksi akhirnya berakhir, rangkaian peristiwa tersebut meninggalkan kerusakan serius pada fasilitas perusahaan serta menjadi salah satu demonstrasi terbesar yang terjadi di Belitung Timur dalam beberapa tahun terakhir.



Komentar