Puncak Ketegangan
Ketegangan mencapai puncaknya sekitar pukul 11.00 WIB ketika bangunan Kantor Unit Produksi PT Timah Wilayah Belitung Timur dilalap api. Kebakaran terjadi setelah situasi demonstrasi berubah menjadi kerusuhan.
Di tengah memanasnya suasana, seorang tokoh masyarakat yang akrab disapa Mak Da sempat menyampaikan orasi di hadapan ribuan peserta aksi dari atas mobil bak terbuka.
Dengan nada tinggi, ia mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap janji pembukaan delapan stasiun pembelian timah.
“Mana janji kalian? Mana janji yang katanya mau buka delapan stasiun?” teriak Mak Da di hadapan massa.
Orasi tersebut disambut sorakan ribuan peserta aksi yang sejak pagi menyuarakan keresahan atas sulitnya menjual hasil tambang serta ketidakpastian mata pencaharian mereka.
Gudang PT Timah Ikut Terbakar
Tak lama setelah insiden di kantor, massa bergerak menuju Gudang GBT PT Timah di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, yang berjarak sekitar 600 meter dari lokasi pertama.
Sekitar pukul 12.00 WIB, massa memasuki kawasan gudang. Tak berselang lama, kobaran api muncul dari area bangunan dan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, terlihat dari berbagai penjuru desa.
Dua unit mobil pemadam kebakaran yang datang untuk melakukan pemadaman berusaha mendekati lokasi. Namun berdasarkan pantauan di lapangan, laju kendaraan sempat terhambat karena jalan dipadati massa.
Sejumlah peserta aksi juga dilaporkan menghadang kendaraan pemadam sambil meneriakkan penolakan agar armada tidak memasuki kawasan gudang.



Komentar