Belitung
Home » Berita » Bahar Buasan Dorong Transformasi Ekonomi Belitung: “3+2” Jadi Kunci Pasca Timah

Bahar Buasan Dorong Transformasi Ekonomi Belitung: “3+2” Jadi Kunci Pasca Timah

Bahar Buasan saat kunjungan kerja di Belitung membahas ekonomi alternatif 3+2 Bangka Belitung
DPD RI Bahar Buasan menekankan pentingnya regulasi dan SDM dalam mendukung ekonomi alternatif di Bangka Belitung. (istimewa)

Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus ditopang oleh regulasi yang jelas, investasi yang sehat, serta keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha.

“Kalau kita bicara Belitung sebagai destinasi wisata, maka regulasi harus benar-benar mendukung. Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat harus jalan bersama,” tegasnya.

Tantangan: SDM dan Tata Kelola

Lebih lanjut, Bahar yang telah memasuki periode ketiga sebagai anggota DPD RI ini menyoroti tantangan utama pembangunan di Bangka Belitung, yaitu kualitas sumber daya manusia dan tata kelola.

Menurutnya, kekayaan alam yang besar tidak akan optimal tanpa SDM yang handal serta manajemen yang baik.

Bahar Buasan Harap Lebih Banyak Airline Terbang ke Belitung

“Alam kita kaya, tapi itu tidak cukup tanpa SDM yang kuat dan manajemen yang baik. Dan semua itu harus ditopang regulasi yang tepat,” jelasnya.

Dorongan Akses dan Konektivitas

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya konektivitas transportasi, termasuk rute penerbangan internasional seperti Belitung–Singapura yang dinilai dapat menjadi pintu masuk wisatawan dan investor.

Dengan berbagai potensi tersebut, Bahar berharap Belitung dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia yang tidak lagi bergantung pada sektor tambang.

“Kalau semua ini berjalan, Belitung bukan hanya indah, tapi juga kuat secara ekonomi,” tutupnya. (BilitonNews.co/Gumay)

116 Ribu Pelanggan Manfaatkan Diskon Tambah Daya PLN, Listrik Rumah Makin Andal dan Nyaman

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *