Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus ditopang oleh regulasi yang jelas, investasi yang sehat, serta keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha.
“Kalau kita bicara Belitung sebagai destinasi wisata, maka regulasi harus benar-benar mendukung. Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat harus jalan bersama,” tegasnya.
Tantangan: SDM dan Tata Kelola
Lebih lanjut, Bahar yang telah memasuki periode ketiga sebagai anggota DPD RI ini menyoroti tantangan utama pembangunan di Bangka Belitung, yaitu kualitas sumber daya manusia dan tata kelola.
Menurutnya, kekayaan alam yang besar tidak akan optimal tanpa SDM yang handal serta manajemen yang baik.
“Alam kita kaya, tapi itu tidak cukup tanpa SDM yang kuat dan manajemen yang baik. Dan semua itu harus ditopang regulasi yang tepat,” jelasnya.
Dorongan Akses dan Konektivitas
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya konektivitas transportasi, termasuk rute penerbangan internasional seperti Belitung–Singapura yang dinilai dapat menjadi pintu masuk wisatawan dan investor.
Dengan berbagai potensi tersebut, Bahar berharap Belitung dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia yang tidak lagi bergantung pada sektor tambang.
“Kalau semua ini berjalan, Belitung bukan hanya indah, tapi juga kuat secara ekonomi,” tutupnya. (BilitonNews.co/Gumay)




Komentar