BILITONNEWS.CO, PANGKALPINANG – Secangkir kopi terkadang bukan sekadar minuman untuk melepas kantuk. Di balik aroma kopi hitam dan hangatnya kopi susu, tersimpan cerita, pertemanan, hingga obrolan tentang kehidupan.
Suasana itulah yang dapat dijumpai di Warung Kopi (Warkop) Akew, Jalan Sudirman, tepatnya di pertigaan Jalan Balai atau kawasan Kampung Katak, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Warung kopi yang tampil sederhana ini menjadi salah satu tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan. Mulai dari pejabat, pengusaha, pekerja, hingga masyarakat umum, semuanya dapat duduk bersama menikmati kopi sembari berbincang santai.
Lokasinya yang strategis membuat Warkop Akew mudah dijangkau pengunjung. Tidak hanya untuk menikmati secangkir kopi, tempat ini juga menjadi ruang bertukar cerita, membahas politik, bisnis, pekerjaan, hingga persoalan sehari-hari.
Di antara percakapan yang mengalir, tidak ada sekat yang terlalu jauh. Jabatan dan profesi seolah melebur ketika para pengunjung duduk bersama di meja kopi.

Salah satu pengunjung yang menyempatkan diri singgah adalah Direktur Perumda Tirta Batu Mentas (PDAM) Kabupaten Belitung, Munandar Motong. Sebelum kembali ke Belitung, ia menyempatkan diri menikmati kopi di Warkop Akew.
Kepada BilitonNews.co, Jumat (23/10/2026), Munandar mengatakan cita rasa kopi di Warkop Akew mengingatkannya pada kopi Kong Djie yang dikenal di Belitung.
“Kalau ditanya soal rasa, sama seperti kopi Kong Djie Belitung. Kalau di Bangka, di sini Akew tempatnya,” kata Munandar.

Komentar