BILITONNEWS.CO, BELITUNG — Upaya memberantas penyelundupan pasir timah di Kepulauan Bangka Belitung memasuki babak yang lebih serius.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menegaskan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam menghadapi praktik penyelundupan timah yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.
Baginya, pemberantasan penyelundupan timah bukan sekadar penindakan, melainkan komitmen yang harus dijalankan bersama.
“Harga mati.”
Penegasan itu disampaikan Hidayat saat menghadiri konferensi pers di Pos TNI AL Pulau Mendanau, Tanjungpendam, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (19/8/2026).
Konferensi pers tersebut berkaitan dengan pengungkapan dugaan penyelundupan 75,7 ton pasir timah dengan nilai sekitar Rp76,04 miliar.
Hidayat menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Laut dan seluruh tim gabungan yang berhasil mengungkap kasus tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus tidak boleh berhenti sebagai sebuah penindakan. Informasi dari masyarakat hingga aparat di tingkat paling bawah harus diperkuat untuk memutus mata rantai penyelundupan.
“Bagi kami, seluruh unsur pemerintah daerah, penyelundupan timah ini harga mati untuk kita selesaikan. Kita memang punya keterbatasan alat, tetapi kita punya informasi. Dari tingkat RT, RW hingga paling tinggi, semuanya harus kita tingkatkan,” tegas Hidayat.
Ia juga mengingatkan agar seluruh unsur tidak berjalan sendiri-sendiri.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, kementerian/lembaga hingga masyarakat dinilai menjadi kunci mempersempit ruang gerak jaringan penyelundup.

Komentar