Belitung
Home » Berita » 75,7 Ton Pasir Timah Terungkap, Gubernur Babel Tegaskan Penyelundupan Harga Mati

75,7 Ton Pasir Timah Terungkap, Gubernur Babel Tegaskan Penyelundupan Harga Mati

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani bersama Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata saat melakukan pengecekan barang bukti pasir timah di Pos TNI AL Pulau Mendanau, Tanjungpendam, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (19/8/2026). (BilitonNews.co/Gumay)

“Negara jangan sampai rugi dan rakyat kita tetap miskin. Kita harus bersama-sama menjaga sumber daya alam kita,” ujarnya.

Pengungkapan Dilakukan Bertahap

Kasus dugaan penyelundupan tersebut diungkap tim gabungan secara bertahap sejak 2 Agustus 2026.

Dalam rangkaian penindakan itu, petugas mengamankan pasir timah dari sejumlah lokasi.

Rinciannya yakni sekitar 8 ton pasir timah di wilayah Belitung Timur, 50 ton di Desa Lenggang, 10 ton di Desa Batu, serta tambahan 5 ton dalam penindakan lanjutan.

Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah Digagalkan, TNI AL Telusuri Jaringan dan Pemodal

Jika ditotal, barang bukti yang diungkap mencapai 75 ton, sementara jumlah keseluruhan yang disebut dalam konferensi pers mencapai 75,7 ton.

Pengembangan kasus kemudian berlanjut ke wilayah Kabupaten Bangka.

Pada 16 Agustus 2026, petugas melakukan penindakan di kawasan Pantai Pagoda, Desa Rebo, Kabupaten Bangka.

Tak hanya pasir timah, dalam pengembangan tersebut petugas turut mengamankan satu unit mobil double cabin, lima karung pasir timah, satu pucuk senjata api rakitan jenis FN beserta lima butir amunisi kaliber 9 milimeter, alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu, serta sebilah parang.

Temuan tersebut menambah panjang daftar barang bukti yang diamankan dalam pengembangan kasus.

Dari Mangga Besar hingga Blitar, iPhone Wartawan Ini Akhirnya Menemukan Jalan Pulang

TNI AL Tak Berhenti pada Pelaku Lapangan

Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menegaskan TNI AL berkomitmen mengusut perkara tersebut hingga tuntas.

Pengusutan tidak hanya diarahkan kepada pihak yang berada di lapangan.

Rantai penyelundupan yang lebih besar juga akan menjadi perhatian agar pihak-pihak yang memiliki peran di balik aktivitas tersebut dapat terungkap.

Jelang Sintak Baro Cup 2026, GPJS Belitung dan Polairud Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Laut

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Image 2026-08-16 at 16.32.21 (1)
WhatsApp Image 2026-08-16 at 17.23.17
WhatsApp Image 2026-08-17 at 16.31.31
WhatsApp Image 2026-08-16 at 16.40.37
WhatsApp Image 2026-08-16 at 16.32.18
WhatsApp Image 2026-08-16 at 17.02.05 (1)
WhatsApp Image 2026-08-16 at 18.04.17
WhatsApp Image 2026-08-16 at 17.02.05
WhatsApp Image 2026-08-16 at 16.32.19 (2)
WhatsApp Image 2026-08-16 at 16.32.21
WhatsApp Image 2026-08-16 at 16.32.20 (2)
WhatsApp Image 2026-08-16 at 16.32.20 (1)

Berita Populer