BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Di balik pesona lautnya yang memikat, Pulau Seliu di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, menyimpan jejak sejarah panjang yang telah dikenal dunia sejak berabad-abad silam.
Pulau kecil di selatan Belitung ini bukan sekadar destinasi wisata bahari, tetapi juga memiliki nilai penting dalam sejarah maritim Nusantara.
Kepala Desa Seliu, Edyar, mengungkapkan bahwa nama Pulau Seliu telah muncul dalam peta Sumatera yang diterbitkan di Prancis pada tahun 1753.
Dalam peta tersebut, pulau ini tercatat dengan nama Hio of Leo, yang dikenal sebagai salah satu titik persinggahan kapal-kapal asing yang melintasi jalur perdagangan internasional.
Pada masa perdagangan rempah-rempah, kapal-kapal dari Jawa yang menuju Tiongkok maupun India disebut kerap singgah di Pulau Seliu.
Letaknya yang strategis menjadikan pulau ini sebagai tempat beristirahat, mengisi perbekalan, sekaligus berlindung sebelum melanjutkan pelayaran.
Keberadaan Pulau Seliu dalam peta dunia menjadi bukti bahwa wilayah ini telah dikenal oleh para pelaut internasional jauh sebelum Indonesia merdeka.
Riwayat pemerintahan Pulau Seliu juga telah berkembang sejak akhir abad ke-19. Sekitar tahun 1896, Pemerintah Hindia Belanda mengangkat Haji Mahmud bin Ali sebagai Mandor Pulau Seliu melalui register pemerintahan di Pangkalpinang.
Pengangkatan tersebut menunjukkan bahwa Pulau Seliu telah memiliki struktur pemerintahan lokal sekaligus aktivitas ekonomi yang berkembang pada masa kolonial.
Hingga kini, masyarakat Pulau Seliu sebagian besar berprofesi sebagai nelayan yang menjadi penggerak utama perekonomian desa.





















Komentar