Belitung
Home » Berita » Bukan Sekadar Cabai, Ini Cerita Perjuangan Petani yang Menemukan Harapan di Tengah Workshop YAMI

Bukan Sekadar Cabai, Ini Cerita Perjuangan Petani yang Menemukan Harapan di Tengah Workshop YAMI

Munti, S.Pd, guru SDIT Bina Insani sekaligus panitia Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi YAMI, mengangkat bungkusan cabai dengan senyuman. Momen sederhana tersebut menjadi simbol kepedulian dan semangat membantu hasil panen seorang petani di tengah kegiatan workshop. (BilitonNews.co/Gumay)

BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN — Di antara riuh suara guru, lembar materi, dan semangat belajar dalam Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi yang digelar Yayasan Adham Mirranda Indonesia (YAMI), Senin (22/6/2026), terselip sebuah kisah kecil yang menyentuh hati.

Bukan tentang materi workshop, bukan pula tentang panggung besar kegiatan pendidikan, melainkan tentang sebungkus harapan seorang petani cabai yang menemukan jalan lewat kepedulian sederhana.

Di tengah ratusan guru yang hadir untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, muncul aksi spontan dari salah satu panitia.

Sosok itu adalah Munti, S.Pd, guru SDIT Bina Insani yang memilih menjadikan momen berkumpulnya para pendidik sebagai kesempatan untuk membantu seorang sahabat yang sedang berjuang dari hasil kebun cabainya.

Awalnya sederhana. Sebuah pesan tentang cabai dari seorang teman yang berprofesi sebagai petani datang tanpa diduga. Ada hasil panen yang ingin dijual, ada kebutuhan yang ingin terbantu.

TK Aqila Ungkap Dampak Positif Workshop YAMI: Metode Baru Literasi Akan Diterapkan di Sekolah

Munti pun tidak membiarkan cerita itu berhenti sebagai kabar biasa. Ia membawa kisah tersebut ke dalam grup WhatsApp alumni SMA Muhammadiyah, berharap ada tangan-tangan yang bersedia membantu.

“Awalnya ingin membantu teman karena dia seorang petani cabai. Dia menawarkan cabai, lalu kami tanyakan ke teman-teman di grup WhatsApp siapa yang mau membeli,” ujar Munti.

Dari percakapan kecil itulah muncul sebuah ide. Karena saat itu sedang berlangsung workshop yang mempertemukan banyak guru dan panitia, cabai tersebut kemudian dibawa dan ditawarkan kepada peserta.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer