BILITONNEWS.CO, BANDUNG – Puluhan massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (DPP LSM PMPR Indonesia) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bandung, Selasa (26/5/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan krisis moral dalam pemerintahan, praktik jual beli jabatan, hingga pengondisian proyek di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Sejak siang, suasana aksi berlangsung dinamis. Massa secara bergantian menyampaikan orasi melalui mobil komando, termasuk dari unsur mahasiswa yang turut bergabung dalam barisan demonstran.
Dalam orasinya, mereka menyoroti berbagai dugaan penyimpangan tata kelola pemerintahan yang dinilai telah merusak prinsip transparansi dan akuntabilitas birokrasi.
Salah satu momen yang menyedot perhatian publik adalah saat massa menampilkan teatrikal pemotongan babi hutan di depan gerbang Balai Kota.
Aksi simbolik tersebut memicu sorotan karena dinilai sarat makna dan pesan kritik yang keras terhadap kondisi birokrasi yang mereka anggap bermasalah.
Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat atau yang akrab disapa Kang Joker, menjelaskan bahwa teatrikal itu merupakan bentuk simbolisasi kritik moral terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
โTeatrikal pemotongan babi hutan ini secara filosofis kami maknai sebagai simbol pemenggalan sifat-sifat hewani dalam diri manusia, khususnya yang kami duga melekat pada oknum di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang menyalahgunakan kewenangan demi kepentingan pribadi maupun politik,โ ujar Rohimat di sela aksi.


Komentar