
Dalam acara syukuran tersebut, sosok senior yang dihormati di lingkungan PBB, Sita, menyampaikan pesan yang sarat makna.
Dengan penuh haru, ia mengingatkan bahwa ikatan yang terjalin selama ini telah melampaui sekadar hubungan organisasi.
“Buat saya, saya ada di sini bersama teman-teman semua. Kita bukan hanya teman, kita sudah saudara, kita sudah keluarga besar. Susah dan senang kita jalani bersama-sama,” ujarnya.
Menurutnya, menjaga kekompakan dan kerukunan merupakan kunci utama keberlangsungan sebuah organisasi.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat dan gesekan merupakan hal yang wajar dalam dinamika kebersamaan. Namun, justru dari situlah kedewasaan dan kebijaksanaan setiap anggota diuji.
Sita juga mengingatkan seluruh anggota agar menjauhi sikap saling menjatuhkan maupun stigma negatif yang dapat merusak persaudaraan. Sebab, setiap individu memiliki hak yang sama untuk berkembang, berproses, dan meraih kesuksesan sesuai jalan hidupnya masing-masing.
Suasana semakin hangat ketika prosesi pemotongan kue ulang tahun dilakukan. Keceriaan anggota semakin lengkap dengan percikan kembang api yang menghiasi langit malam, menciptakan momen yang penuh kesan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan satu dekade yang telah dilalui.
Dalam kesempatan tersebut, apresiasi khusus juga diberikan kepada Ajik Dewa yang dinilai memiliki peran besar dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan hingga acara dapat berlangsung dengan sukses dan lancar.
Satu dekade telah berlalu. Dari sebuah ruang kecil yang menyimpan mimpi-mimpi sederhana, Persatuan Badut Bali kini berdiri sebagai rumah besar yang menyatukan banyak hati.





















Komentar