Advertisement
Belitung Timur
Home ยป Berita ยป YAMI Dorong Literasi dan Numerasi Guru di Belitung Timur

YAMI Dorong Literasi dan Numerasi Guru di Belitung Timur

Ketua YAMI, Nana Adham Murry saat memberikan Plakat kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Selasa (23/6/2026). (Dok. DIskominfo Beltim)

Istri Wakapolda Babel, Brigjen Pol. Murry Mirranda ini mengaku terkesan dengan semangat para peserta selama mengikuti workshop.

Bahkan, banyak guru rela menempuh perjalanan jauh demi memperoleh ilmu dan pengalaman baru.

“Kami cukup terharu melihat antusiasme peserta di Kabupaten Beltim. Fokus mereka selama mengikuti kegiatan sangat luar biasa. Ada guru yang datang dari daerah yang cukup jauh dan menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor hanya untuk mengikuti pelatihan ini,” ungkap Nana.

Nana menegaskan seluruh kegiatan yang diselenggarakan YAMI tidak dipungut biaya.

Pembiayaan program berasal dari dana pribadi para pengurus yayasan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Antrean Pertalite Masih Terjadi, Pemkab Belitung Ajukan Tambahan Kuota hingga 127.750 KL Setahun

Selain bidang pendidikan, YAMI juga aktif melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Di antaranya pelatihan bagi warga binaan pemasyarakatan, pelatihan pijat bagi penyandang tunanetra, hingga pendampingan UMKM yang terintegrasi dengan pemasaran produk.

“Kami tidak ingin hanya memberikan pelatihan. Kami juga memikirkan keberlanjutan dan pemasaran hasil pelatihan tersebut. Karena tujuan akhirnya adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nana.

Fondasi Pendidikan

Workshop dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar.

Tiga Jam Berdiri di Bawah Terik Demi Seliter Pertalite, Tangis Ibu di Belitung: โ€œNak Makan Saja Susahโ€

Dalam sambutannya, Khairil mengapresiasi YAMI yang telah memilih Beltim sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program penguatan kapasitas guru.

Ia mengatakan para guru di Kabupaten Beltim memiliki kemampuan yang baik.

Namun peningkatan kompetensi tetap diperlukan agar metode pembelajaran terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *