BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Jalur laut yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pesisir juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pintu masuk peredaran gelap narkotika.
Menyadari ancaman tersebut, Satuan Reserse Narkoba Polres Belitung turun langsung memberikan edukasi kepada para nelayan melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan di Warung Kopi Nelayan Baro, Jumat (19/6/2026) sore.
Suasana warung kopi yang biasanya dipenuhi obrolan ringan para nelayan sore itu berubah menjadi ruang diskusi yang hangat namun penuh makna.
Puluhan anggota Forum Nelayan Baro (FNB) mengikuti penyuluhan mengenai bahaya narkoba sekaligus peran strategis nelayan dalam menjaga perairan Belitung dari ancaman penyelundupan narkotika.
Kegiatan dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Belitung, AKP Budi Santoso, SH. Menurutnya, pemilihan warung kopi sebagai lokasi sosialisasi dilakukan agar komunikasi dengan masyarakat nelayan berlangsung lebih terbuka dan efektif.
“Narkoba itu musuh kita bersama. Kami sengaja turun ke warung kopi, tempat berkumpulnya nelayan, supaya pesan ini benar-benar sampai.
Laut Belitung jangan sampai menjadi jalur masuk narkoba,” tegas Budi Santoso di hadapan para nelayan.
Dalam kesempatan tersebut, Kaur Mintu Sat Resnarkoba Polres Belitung, AIPTU Guslandi Yamani, SH, mengingatkan bahwa jaringan pengedar narkotika kini menggunakan berbagai modus untuk menyelundupkan barang haram melalui jalur laut.
Ia menjelaskan, sindikat kerap menitipkan paket narkoba kepada kapal nelayan tanpa sepengetahuan pemilik kapal atau membuang paket ke laut menggunakan pelampung yang dilengkapi sistem GPS agar mudah diambil kembali oleh pelaku.





















Komentar