“Keluarge yang sedang kehilangan tentu harus kite perhatikan, kite bantu, dan kite layani sebaik-baiknya,” tulisnya.
Meski demikian, Djoni meminta agar persoalan pelayanan tersebut tidak serta-merta membuat pengabdian dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya dilupakan.
“Mereka jugak manusia, mereka bekerja dengan segala keterbatasan, tapi tetap memilih untuk mengabdi,” tulis Djoni.
Minta Tidak Saling Menyalahkan
Djoni menilai apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan, hal tersebut harus diperbaiki. Jika terdapat kesalahan, harus dilakukan evaluasi.
“Kalau ade yang kurang, kite perbaiki. Kalau ade nok salah kite evaluasi. Jangan saling menyalahkan,” tegasnya.
Menurut Djoni, persoalan tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus menjaga penghargaan terhadap tenaga kesehatan yang selama ini memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Yang penting bagi kite, keluarga yang berduka kite jage, dan orang-orang yang mengabdi untuk masyarakat kite hargai,” tulisnya.
Sementara itu, manajemen RSUD dr. H. Marsidi Judono menyatakan terbuka terhadap masukan masyarakat dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Persoalan penerbitan surat keterangan kematian tersebut pun menjadi bahan evaluasi, terutama agar pelayanan administrasi bagi keluarga pasien dapat berjalan lebih cepat dan jelas, tanpa mengesampingkan prosedur serta ketelitian dalam penerbitan dokumen. (BilitonNews.co/Gumay)

Komentar