
Sinergi antara BPMP dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci agar pelaksanaan program tidak hanya bersifat administratif.
Termasuk mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, termasuk melalui dukungan kebijakan dan regulasi yang selaras dengan program prioritas.
“Kami berharap adanya sinergi yang kuat antara BPMP dan pemerintah daerah, termasuk dalam mendorong lahirnya regulasi yang selaras, sehingga setiap program yang dijalankan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, kami juga berharap ke depan setiap desa di Beltim dapat memiliki minimal satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya pemerataan akses pendidikan sejak usia dini,” tambahnya.
Khairil Anwar menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan program-program prioritas yang ditawarkan.
Wabup menegaskan Pemkab Beltim berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mendukung program prioritas yang memiliki dampak konkret terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah siap mendukung dan mengawal pelaksanaan program prioritas, sepanjang memberikan dampak nyata, terukur dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Khairil.
Selain itu, wabup juga menyoroti capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Beltim yang mengalami penurunan dari kategori Madya ke Muda.
“Nanti setelah ini saya ingin Dinas Pendidikan segera melakukan kajian dan menyusun formula strategis agar capaian SPM dapat meningkat dari kategori Muda menjadi Madya, setelah sebelumnya mengalami penurunan dari Madya ke Muda,” jelasnya.




Komentar