News
Home » Berita » Setelah 150 Tahun, SVD Membuka Refleksi tentang Bahasa, Komunikasi dan Perdamaian

Setelah 150 Tahun, SVD Membuka Refleksi tentang Bahasa, Komunikasi dan Perdamaian

Diskusi dalam rangka peringatan 60 tahun Dokumen Nostra Aetate di Kantor Koordinator Komunikasi Generalat SVD, di Roma, Italia, Kamis, 11 Desember 2025. (istimewa)

BILITONEWS.CO, ROMA – Serikat Sabda Allah atau Societas Verbi Divini (SVD) merupakan salah satu kongregasi misionaris terbesar dalam Gereja Katolik yang saat ini berkarya di lebih dari 79 negara.

Dalam menjalankan perutusan misi lintas budaya dan bangsa, setiap anggota SVD dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang kuat, terutama penguasaan bahasa asing.

Bahasa Inggris atau Spanyol menjadi bahasa utama yang wajib dikuasai, disertai bahasa lokal di wilayah tempat mereka berkarya.

Bahasa Spanyol, misalnya, digunakan secara luas di berbagai negara tujuan misi SVD seperti Spanyol, Argentina, Brasil, Bolivia, Nikaragua, Kosta Rika, Panama, Chili, Kolombia, Kuba, Ekuador, Meksiko, dan Paraguay.

Tidak mengherankan jika banyak anggota SVD mampu berbicara lebih dari dua bahasa, termasuk bahasa asal mereka, demi membangun komunikasi yang efektif dan menghindari kesalahpahaman dalam karya pelayanan.

Lawan Hoaks dan Polarisasi, Wartawan Diminta Tegakkan Etika Jurnalistik

Penguasaan bahasa ini tercermin dalam sosok Mgr Paulus Budi Kleden SVD. Sebelum menjabat sebagai Uskup Agung Ende, ia pernah mengemban tugas sebagai Superior Jenderal SVD.

Dalam peran tersebut, ia harus melakukan kunjungan ke berbagai wilayah misi di dunia. Kebutuhan komunikasi lintas negara membuatnya menguasai sejumlah bahasa asing, antara lain Inggris, Spanyol, Jerman, Portugis, dan Italia, selain bahasa Indonesia.

Bagi SVD, komunikasi tidak semata dipahami sebagai keterampilan teknis, melainkan berakar pada iman akan misteri inkarnasi, ketika Sang Sabda menjadi manusia.

Dari pemahaman ini, komunikasi, termasuk bahasa, dipandang sebagai sarana perjumpaan dan jembatan perdamaian antar manusia.

Pesan WhatsApp Penuh Haru: Dodi Hendriyanto Pamitan Haji, Minta Doa Sahabat Lama

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *