Seluruh peserta berkenalan sambil menikmati sejumlah penampilan di antaranya tarian etnik Dayak dan musik etnik Tionghoa, serta permainan musik sape’–gitar tradisional Dayak.
Panitia menyuguhkan sebuah film pendek. Konten resmi produksi Komsos KWI khusus untuk PKSN 2026 dan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60.
Judulnya “Wajah dan Suara”. Isinya tentang refleksi iman dan katekese, menggambarkan teknologi digital masa kini mampu memanipulasi identitas manusia, disalahgunakan untuk menipu, dan menyimulasikan kehangatan relasi semu.
Film pendek ini menjadi media visual utama untuk menerjemahkan ajakan Paus Leo XIV dan Mgr Didik, agar umat Katolik menjaga orisinalitas, empati, serta martabat kemanusiaan di tengah perkembangan Kecerdasan Buatan (AI).
Memperkuat Persaudaraan
Pastor Kepala Paroki Katedral St Yosef Pontianak, RD Alexius Alex mengatakan, teknologi memang memberikan banyak manfaat. Namun harus tetap disadari agar manusia tidak kehilangan empati, hati nurani, dan kepedulian terhadap sesama.
“Gereja dipanggil untuk menghadirkan komunikasi yang menyejukkan, jujur, dan membawa harapan. Media dan teknologi hendaknya dipakai bukan untuk memecah, melainkan untuk memperkuat persaudaraan, membela kebenaran, dan menjaga martabat manusia,” kata RD Alexius.
Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak, RP Adiantus Aloysius CP, mewakili Administrator Apostolik, Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap, menyebut, komunikasi yang sejati bukan sekadar menyebarkan informasi.
Melainkan membangun perjumpaan antar wajah, mendengarkan suara hati sesama, dan mewartakan kebenaran dengan penuh belas kasih.


Komentar