News
Home » Berita » Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia, Kecam Penggunaan Kekuatan Senjata

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia, Kecam Penggunaan Kekuatan Senjata

Paus Leo XIV bersama para duta besar di Kapel Sistina setelah menyampaikan pidato tahunannya di Hall of Benedictione, Vatikan. (Ist/Vatican Media)

Tidak hanya soal konflik bersenjata, Paus juga mengkritik pelemahan prinsip hukum internasional yang melarang negara melanggar kedaulatan negara lain melalui kekerasan.

Menurutnya, saat perdamaian dicari melalui kekuatan senjata, fondasi supremasi hukum yang menjadi dasar kehidupan damai masyarakat dunia terancam terkikis.

Pidato ini menegaskan tekad Vatikan untuk terus mengadvokasi pendekatan damai dalam hubungan internasional dan mendorong kerja sama global yang menghormati martabat manusia serta kebebasan fundamental.

Soal Myanmar

Dalam pidatonya di pagi yang gerimis sejak malam itu, Paus XIV yang pernah mengunjungi Indonesia–Jakarta, Manukwari, dan Merauke–ketika masih menjadi Superior General Ordo Agustinian, juga menyinggung situasi di Asia Timur.

Lawan Hoaks dan Polarisasi, Wartawan Diminta Tegakkan Etika Jurnalistik

“Kita tidak boleh mengabaikan tanda-tanda meningkatnya ketegangan di Asia Timur.”

Karena itu, Paus Leo XIV, berharap agar semua pihak yang terlibat akan mengadopsi pendekatan damai dan berbasis dialog terhadap isu-isu kontroversial yang menjadi sumber potensi konflik.

Ketegangan di Asia Timur tinggi, terutama didorong oleh meningkatnya sengketa teritorial (khususnya atas Taiwan, Laut Cina Selatan). Juga antara Thailand dan Kamboja.

Titik rawan utama lainnya termasuk program nuklir Korea Utara, klaim maritim yang melibatkan banyak negara (China, Vietnam, Filipina, dll), dan persaingan strategis yang lebih luas yang melibatkan AS, menciptakan lingkungan keamanan yang kompleks.

Secara khusus, Paus Leo XIV, menyebut Myanmar dalam pidatonya. “Pikiran saya secara khusus tertuju pada krisis kemanusiaan dan keamanan yang parah yang melanda Myanmar,” katanya.

Pesan WhatsApp Penuh Haru: Dodi Hendriyanto Pamitan Haji, Minta Doa Sahabat Lama

Laman: 1 2 3 4 5

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *