Kehadiran delegasi PWKI di Vatikan dalam rangka mendampingi Ketua Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) KWI, Mgr Agustinus Tribudi Utomo dan Sekretaris Komisi, Rm Petrus Noegroho Agoeng Pr.
Delegasi PWKI selain dirinya, menurut Ketua PWKI Asni Ovier, terdiri dari Putut Prabantoro, Stanislaus Jumar Sudiyana, Bonfilio Mahendra dan Mayong Suryo Laksono yang merupakan penasihat organisasi.
Agenda pertama adalah, menghadiri penandatanganan MOU penggunaan resmi bahasa Indonesia oleh Vatikan. Penandatangan dilakukan Komisi Komsos KWI dan Dikasteri (Kementerian) Komunikasi Vatikan pada Rabu (25/03/2026).
Pertama kali penggunaan resmi bahasa Indonesia diusulkan oleh PWKI pada Juni 2022. Proses dikawal dan berakhir pada penandatanganan Maret 2026.
Dalam kunjungan ke Vatikan itu, rombongan KWI dan PWKI juga beraudiensi dengan Paus Leo XIV. Audiensi ini dilakukan sebelum dilakukan penandatanganan MOU dilaksnakan. Ini merupakan agenda kedua.
Sedang agenda ketiga adalah penyerahan buku 75 tahun Hubungan Diplomatik Antara IndonesiaโTakhta Suci kepada Dubes RI Untuk Takhta Suci, Trias Kuncahyono. Buku ini disusun Tim KBRI yang diterbitkan PWKI dan Palmerah Syndicate.
Dalam kesempatan silaturahmi di Kantor KWI tersebut, kepada Mgr Antonius Bunjamin diserahkan oleh Bonfilio Mahendra, buku tersebut yang dikirim khusus oleh Dubes RI Trias Kuncahyono. Penyerahan itu sebagai bentuk kontribusi literasi dan dokumentasi sejarah hubungan kedua negara.
Mgr Antonius menyatakan kebanggaannya atas jerih payah PWKI. Ia menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur dan bangga, serta mengapresiasi konsistensi PWKI dalam mengawal proses panjang hingga membuahkan hasil nyata.


Komentar