
Beberapa area bahkan mulai tertutup vegetasi liar yang berpotensi mengganggu estetika kawasan serta mengurangi kenyamanan bagi pengguna fasilitas maupun masyarakat yang melintas.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perawatan tidak hanya diperlukan pada bangunan fisik, tetapi juga pada lingkungan sekitar agar kawasan pelabuhan tetap terlihat bersih, rapi, dan representatif sebagai salah satu kawasan strategis daerah.
Sejumlah fasilitas yang dibangun untuk menunjang aktivitas operasional pelabuhan kini tidak lagi sepenuhnya mencerminkan kawasan modern yang mampu memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar pelabuhan.
Pelabuhan Tanjong Batu Belitong Indonesia atau PT Tanjung Batu Port sendiri merupakan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) berbentuk Perseroan Terbatas yang berstatus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Belitung.
Perusahaan tersebut secara resmi mendapat mandat untuk mengelola operasional Pelabuhan Tanjung Batu yang berada di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau.
Keberadaan pelabuhan ini memiliki posisi yang sangat strategis. Berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), Pelabuhan Tanjung Batu dipersiapkan menjadi pusat logistik ekspor-impor sekaligus penghubung penting dalam jaringan tol laut yang melayani Belitung dan kawasan sekitarnya.
Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung fungsi tersebut. Karena itu, kondisi fasilitas yang mengalami kerusakan dan kurang perawatan dinilai berpotensi memengaruhi citra kawasan pelabuhan.





















Komentar