Belitung
Home » Berita » Jejak Kendaraan Mencurigakan Berakhir di Bekas Tambak, Puluhan Karung Diduga Pasir Timah Ditemukan

Jejak Kendaraan Mencurigakan Berakhir di Bekas Tambak, Puluhan Karung Diduga Pasir Timah Ditemukan

Puluhan karung yang diduga berisi pasir timah ditemukan di kawasan bekas tambak udang, Desa Dukong, Belitung, Minggu (9/8/2026) malam, setelah petugas melakukan penelusuran terhadap kendaraan mencurigakan. (Dok. Satlap Tri Cakti)

Satlap Imbau Situasi Belitung Tetap Kondusif

Di tengah penanganan temuan tersebut, Satlap Tri Cakti mengimbau seluruh pihak untuk menjaga situasi Belitung tetap aman dan kondusif.

Mereka berharap pemberitaan mengenai temuan puluhan karung tersebut tidak berkembang menjadi narasi yang justru memicu polemik atau berdampak terhadap keamanan maupun aktivitas perekonomian masyarakat.

Menurut Koordinator Satlap Tri Cakti, persoalan yang ditemukan di lapangan perlu ditangani secara proporsional melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Kami berharap situasi kembali normal dan wilayah tetap kondusif. Jangan sampai muncul narasi yang justru menimbulkan polemik dan tidak membuat suasana menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sintak Baro Cup 2026 Digelar di Laut Belitung, Adu Monster Laut Dibumbui Misi Lestarikan Ekosistem

Ia menilai, kondusivitas wilayah menjadi bagian penting agar aktivitas masyarakat, roda perekonomian, serta kehidupan sosial dan budaya di Belitung tetap berjalan dengan baik.

Satlap Tri Cakti juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian apabila menemukan informasi atau aktivitas di lapangan yang dinilai perlu ditindaklanjuti.

Untuk saat ini, temuan puluhan karung yang diduga berisi pasir timah tersebut masih dalam penanganan pihak berwenang.

Selanjutnya, barang bukti bijih timah hasil temuan tersebut direncanakan untuk dikirim ke GBT atau STP terdekat, yakni Pos Pam Badau, sesuai arahan dan penanganan pihak berwenang. (BilitonNews.co/Gumay)

Ketika Aspirasi Bertemu Efisiensi: Catatan Tim Riset UBB dari Musyawarah RKPDes Desa Buku Limau

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *