Di tengah rasa pasrah, pasangan itu kemudian mencoba terapi di tempat Dora. Perlahan, secercah harapan mulai muncul.
“Sekarang tangan dan kaki sudah mulai bisa digerakkan sedikit demi sedikit. Alhamdulillah ada perubahan,” ungkap Syamsiar dengan mata berkaca.
Mulhayadi menambahkan, istrinya kini rutin menjalani terapi dua kali seminggu, setiap Senin dan Kamis. Hingga saat ini, terapi telah dilakukan sebanyak delapan kali.
“Alhamdulillah perkembangannya mulai terasa. Kami bersyukur ada perubahan walaupun pelan,” katanya.
Bagi Dora, usaha terapi yang kini dijalaninya bukan sekadar pekerjaan, melainkan perjalanan hidup yang penuh pelajaran.
Ia mengaku metode terapi yang digunakan lahir dari pengalaman pribadi saat menghadapi stroke di lingkungan keluarga.
Bersama anak dan arahan orangtuanya di Jawa, ia belajar melakukan terapi secara mandiri hingga akhirnya dipercaya membantu banyak orang.
“Awalnya dari pengalaman sendiri. Saya tidak pernah menyangka ini menjadi jalan rezeki sekaligus membantu orang lain,” ujar Dora.
Dengan metode tradisional yang terus dijalankan, Dora berharap tempat terapinya bisa menjadi tempat bertumbuhnya semangat bagi para penyintas stroke dan masyarakat yang mengalami gangguan saraf.
“Kadang orang sakit itu bukan hanya butuh obat, tapi juga harapan untuk bisa sembuh,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi maupun menjalani terapi, dapat datang langsung ke Dora Terapi Stroke Mandiri di Jalan Raya Sijuk, Desa Air Rembikang, tepat di pinggir jalan tidak jauh dari Swalayan Asoka Sijuk, atau menghubungi nomor 0821-6433-9116. (BilitonNews.co/Gumay)


Komentar