BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Di sebuah bangunan sederhana di pinggir Jalan Raya Sijuk, Desa Air Rembikang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, denyut harapan itu tumbuh pelan namun nyata.
Tempat itu bernama Dora Terapi Stroke Mandiri, sebuah usaha terapi tradisional yang lahir dari perjalanan panjang melawan stroke dan perjuangan bangkit dari keterbatasan.
Bukan sekadar tempat terapi biasa, usaha yang dirintis Dora itu menjadi ruang ikhtiar bagi warga yang mengalami gangguan saraf dan keluhan tubuh seperti kaki kesemutan dan nyeri, tangan lemah dan kurang tenaga, jari kaku, ibu jari sulit ditekuk, hingga sakit pinggang dan keluhan persendian lainnya.
Saat wartawan BilitonNews.co berkunjung, suasana hangat dan penuh harapan terasa di ruang terapi sederhana tersebut.
Seorang perempuan paruh baya tampak menjalani terapi dengan penuh kesabaran. Ia adalah Syamsiar (58), warga Desa Air Seruk, yang telah tujuh tahun berjuang melawan stroke.
Dengan didampingi sang suami, Mulhayadi, Syamsiar menceritakan awal mula penyakit itu menyerangnya secara tiba-tiba.
โWaktu itu saya sedang memasak, tiba-tiba tangan mendadak kaku,โ ujarnya lirih, Kamis (14/5/2026).
Sejak saat itu, tangan dan kaki kirinya mengalami gangguan fungsi hingga aktivitas sehari-hari menjadi terbatas. Berbagai upaya pengobatan pernah dijalani, termasuk perawatan intensif di rumah sakit selama 10 malam.
โSudah disuntik, diinfus, dirawat di rumah sakit, tapi belum ada perubahan berarti. Akhirnya kami memilih pulang,โ kata Mulhayadi.


Komentar