
Senada dengan itu, Koordinator Lapangan aksi, Donny Alfan, mempertanyakan efektivitas sistem penunjukan langsung yang dinilai mempersempit peluang bagi vendor baru untuk memperoleh pengalaman kerja dalam proyek-proyek tanaman ulang di lingkungan PTPN IV.
“Kami meminta penjelasan terkait penggunaan sistem penunjukan langsung. Jika mekanisme ini terus diterapkan, vendor-vendor baru tidak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi dalam proyek perusahaan,” tegasnya.
Setelah beberapa waktu menyampaikan aspirasi secara bergantian, perwakilan massa akhirnya diterima oleh pihak manajemen melalui Humas Regional Head PTPN IV, S. Tampubolon.
Menanggapi tuntutan tersebut, Tampubolon meminta agar PMPRI menyerahkan data dan informasi pendukung terkait vendor yang diduga memperoleh sejumlah paket pekerjaan melalui mekanisme penunjukan langsung.
“Apabila terdapat data mengenai perusahaan atau vendor yang mengerjakan hingga delapan sampai sepuluh paket proyek penunjukan langsung, silakan disampaikan kepada kami untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut,” kata Tampubolon.
Usai menerima penjelasan dari pihak perusahaan, massa PMPRI membubarkan diri secara tertib. Selama berlangsungnya aksi, pengamanan dilakukan oleh personel kepolisian dari Polrestabes Medan guna memastikan situasi tetap kondusif. (*/BilitonNews.co/Gumay)





















Komentar