Belitung
Home » Berita » Di Balik Meja Goyang, Ada Harapan yang Tak Pernah Padam: Haryanto Bertahan Demi Rezeki dan Kebersamaan

Di Balik Meja Goyang, Ada Harapan yang Tak Pernah Padam: Haryanto Bertahan Demi Rezeki dan Kebersamaan

Aktivitas pekerja meja goyang mengolah dan membersihkan material timah pada sore hari di Jalan Raya Kelaka Usang, Tanjungpandan, Jumat (19/6/2026). Usaha yang telah berjalan sejak 2018 ini menjadi sumber penghidupan bagi sejumlah pekerja, meski menghadapi tantangan keterbatasan modal akibat lambatnya proses pembayaran hasil produksi. (BilitonNews.co/Gumay)

Namun, di balik rutinitas yang tampak biasa, tersimpan persoalan yang cukup berat. Kendala terbesar yang dihadapi bukan pada pekerjaan, melainkan keterbatasan modal akibat lambatnya pembayaran.

Haryanto menjelaskan bahwa hasil timah yang mereka kelola wajib disalurkan melalui kerja sama dengan PT Timah. Persoalan muncul ketika barang telah diserahkan, tetapi pembayaran belum diterima dalam waktu yang diharapkan.

“Barang sudah kami kirim, tetapi uangnya belum keluar. Akibatnya dana usaha menjadi macet,” ungkapnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap operasional. Jika sebelumnya usaha dapat berjalan enam hari dalam sepekan, kini aktivitas terkadang hanya mampu berlangsung tiga hari karena keterbatasan modal kerja untuk kembali membeli material dan membayar biaya operasional.

Meski demikian, Haryanto memilih tetap bertahan. Ia percaya setiap kesulitan akan menemukan jalannya selama masih ada kemauan untuk bekerja.

Tak Hanya Menangkap, Polres Belitung Turun ke Warung Kopi Edukasi Nelayan Lawan Narkoba

Harapan yang ia sampaikan pun sederhana, yakni agar proses pembayaran dapat berlangsung lebih cepat sehingga roda usaha kecil seperti yang dijalankannya tetap berputar dan mampu menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Di balik suara mesin dan butiran pasir yang terus bergoyang di atas meja pemisah, tersimpan doa-doa yang nyaris tak pernah terdengar.

Ada harapan agar tungku tetap menyala, ada tangan-tangan yang ingin terus bekerja, dan ada keluarga yang menanti rezeki dibawa pulang.

Sebab bagi Haryanto dan para pekerja meja goyang, pekerjaan ini bukan sekadar mencari timah. Ini adalah ikhtiar menjaga kehidupan, merawat kebersamaan, dan mempertahankan harapan agar esok masih ada kesempatan untuk kembali bekerja. (BilitonNews.co/Gumay)

SPMB SMA/SMK Babel 2026 Dimulai, Jalur Domisili 200 Meter Kini Langsung Diterima Tanpa Lihat Nilai

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer