“Yang paling penting sekarang dibersihkan dulu supaya air bisa mengalir dan tidak menimbulkan genangan maupun bau,” katanya.
Saripudin menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan saluran drainase tersebut merupakan tanggung jawab CV Teratai berdasarkan penugasan yang berlangsung sepanjang tahun 2026.
Program pemeliharaan dilakukan secara rutin sejak April dan dijadwalkan berlangsung hingga November atau Desember mendatang.
Ia menambahkan, pihaknya turun ke lokasi setelah menerima informasi dan arahan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belitung.
“Kami mendapat informasi dari PUPR untuk meninjau dan memperhatikan kondisi di lokasi. Karena itu kami langsung turun untuk melihat dan melakukan penanganan,” jelasnya.
Keluhan Warga Sudah Disampaikan Sepekan Sebelumnya
Sebelumnya, keluhan mengenai luapan air limbah di kawasan Pasar Hatta telah disampaikan seorang warga Jalan Gajah Mada, Desi, kepada wartawan BilitonNews.co pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 12.53 WIB.
Menurut Desi, air dari saluran pembuangan kembali meluap pada siang hari disertai bau yang sangat menyengat sehingga mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
“Baunya sangat menyengat, amis seperti limbah ikan. Kami berharap pemerintah daerah melalui OPD terkait segera turun langsung meninjau kondisi got di pusat Pasar Hatta ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, luapan air dari saluran drainase bahkan sempat menggenangi sebagian badan Jalan Gajah Mada sehingga membuat sejumlah pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.



Komentar