Inspirasi
Home » Berita » Cerita Minan, Pengusaha Las Belitung yang Tak Mau Putra Daerah Jadi Penonton

Cerita Minan, Pengusaha Las Belitung yang Tak Mau Putra Daerah Jadi Penonton

Pekerja melakukan proses pengelasan di bengkel Air Rembing Las, Desa Aik Merbau, Tanjungpandan, Kamis (30/7) malam. Bengkel ini melayani berbagai jasa konstruksi dan pengelasan. (BilitonNews.co/Gumay)

“Orang Belitung jangan jadi penonton. Kita harus nomor satu. Orang lain bisa, kenapa kita tidak?” ujarnya penuh semangat.

Menurutnya, profesi sebagai tukang las bukan hanya soal menyambung besi menjadi sebuah bangunan, tetapi juga menyatukan mimpi menjadi kenyataan. Kecintaan terhadap pekerjaan itulah yang membuatnya terus bertahan dan berkembang.

“Saya menjalani pekerjaan ini dengan hati. Lama-lama tumbuh rasa cinta terhadap profesi ini,” katanya.

Di tengah pesatnya pembangunan, kisah Minan menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak selalu dimulai dari bangku pendidikan formal. Dengan ketekunan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar, sebuah bengkel sederhana di sudut Belitung pun mampu menjadi bagian dari pembangunan nasional.

Bagi Minan, setiap percikan api las bukan sekadar cahaya yang membakar besi, melainkan simbol harapan bahwa putra daerah Belitung mampu berdiri di barisan terdepan, berkarya untuk daerahnya sendiri, dan ikut membangun Indonesia. (BilitonNews.co/Gumay)

Kepercayaan 33 Tahun Berujung Laporan Polisi, Diana Pungky Tempuh Jalur Hukum

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer