โKita bisa lihat di mana zona-zona yang memiliki pariwisata yang luar biasa,โ ujarnya.
Namun, Djoni menegaskan pembelajaran dari daerah lain bukan berarti Belitung harus mengubah identitasnya menjadi seperti Bali maupun Lombok.
Menurutnya, keberhasilan destinasi lain cukup dipelajari, kemudian dimodifikasi sesuai dengan karakter, potensi, dan kekuatan yang dimiliki Belitung.
โKita nggak perlu Belitung itu jadi Bali, kita nggak perlu Belitung itu jadi Lombok. Nggak perlu. Kita dengan jati diri kita sendiri,โ tegasnya.
Lima Hal yang Perlu Diperkuat
Djoni menyebut setidaknya ada lima aspek yang perlu diperkuat jika Belitung ingin meningkatkan daya saing pariwisatanya.
Kelima aspek tersebut meliputi branding, atraksi, konektivitas, infrastruktur eksklusif, dan hiburan.
โDari branding kita sudah kalah. BAKI. B apa, Branding. A atraksi. K apa, Konektivitas. Konektivitas itu adalah jalur penerbangan. I apa, Infrastruktur eksklusif,โ katanya.
Menurut Djoni, sejumlah aspek tersebut perlu diperhatikan agar Belitung memiliki daya saing yang lebih kuat sebagai destinasi wisata.
Namun, ia mengingatkan bahwa persaingan antarwilayah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik.
โHari ini kita bangun gedung seratus lantai, besok ada bangun dua ratus. Ada orang bangun tiga ratus, besok ada lagi. Itu sudah terbukti,โ katanya.
Bupati Ingin Belitung Punya Branding Kuat
Karena itu, Djoni menilai Belitung perlu memiliki identitas yang kuat dan menjadi pembeda dibandingkan destinasi wisata lainnya.
Salah satu gagasan yang ditawarkan Djoni adalah membangun branding Belitung sebagai destinasi wisata yang mengedepankan kebersihan.

Komentar