Setiap angkatan akan diikuti sekitar 60 peserta.
“Semua pelaku wisata dari berbagai bidang bisa ikut. Nanti tiap pelatihan ada 60 peserta dan tahun depannya kemungkinan berganti peserta lain,” ujarnya.
Tak hanya mendapatkan materi pelatihan, peserta juga akan memperoleh sertifikat serta uang saku dari penyelenggara.
Program InJourney Hospitality House sendiri hanya dilaksanakan di 11 provinsi di Indonesia, dan untuk wilayah Bangka Belitung dipusatkan di Pulau Belitung.
“Peserta nanti mendapatkan sertifikat dan uang saku dari kami.
“Di Provinsi Bangka Belitung hanya Belitung dan Beltim,” tambahnya.
Iyan mengungkapkan pemilihan Belitung dan Beltim bukan tanpa alasan.
Menurutnya, Pulau Belitung memiliki potensi wisata yang sangat besar dan layak untuk terus dikembangkan.
“Karena kami melihat Belitung ini punya potensi besar. Sebelumnya program ini juga pernah dilakukan tahun 2024, namun sempat terputus dan mulai 2026 ini kita lanjutkan lagi,” ungkapnya.
Selain meningkatkan kemampuan pelayanan wisata, InJourney juga berharap program ini mampu memperluas promosi destinasi wisata Beltim hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Harapannya para pelaku wisata tahu bagaimana cara melayani wisatawan yang datang ke sini. Selain itu potensi wisata di Beltim juga akan lebih terekspos,” harap Iyan.
Investasi SDM Pariwisata
Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Khairil Anwar menyambut baik program tersebut dan memastikan Pemerintah Kabupaten Beltim akan memberikan dukungan penuh.
Menurut Khairil, pelatihan berkelanjutan selama lima tahun merupakan peluang besar bagi pengembangan sumber daya manusia pariwisata di Beltim.




Komentar