Belitung
Home » Berita » Belitung Dilirik Peneliti Dunia, Riset Lebah Tiga Tahun Dorong Gagasan Pusat Riset Internasional

Belitung Dilirik Peneliti Dunia, Riset Lebah Tiga Tahun Dorong Gagasan Pusat Riset Internasional

Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani menerima audiensi tim peneliti lebah IPB University dan National Museum of Natural History (MNHN) Prancis, Jumat (7/8/2026). Pertemuan membahas hasil riset dan pengembangan potensi penelitian di Belitung. (Istimewa)

Dari perspektif tersebut, Rika melihat peluang pengembangan scientific eco-edutourism, yakni wisata minat khusus yang mempertemukan kegiatan penelitian, pendidikan, lingkungan, dan konservasi.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah mempertimbangkan skema sharing pendanaan penelitian.

Skema tersebut, menurut Rika, dapat menjadi salah satu instrumen untuk menarik lebih banyak peneliti melakukan penelitian di Belitung sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan mitra internasional.

Pada jangka panjang, ekosistem tersebut berpotensi meningkatkan publikasi ilmiah, memperluas jejaring kerja sama internasional, dan menghasilkan pengetahuan yang dapat mendukung konservasi serta pembangunan daerah.

Belitung dan Gagasan Rumah Riset

Bukan Sekadar Bawa Selempang, 3 Talent Josa Entertainment Siap Bawa Nama Babel ke Panggung Nasional

Gagasan memperkuat ekosistem penelitian kemudian mengarah pada usulan pembentukan Research and Innovation Center di Belitung.

Dosen muda IPB University, Dr. Hirmas Fuady Putra, yang merupakan lulusan doktor dari Jepang sekaligus salah satu fasilitator awal kolaborasi IPB University di Pulau Belitung, menyampaikan gagasan tersebut dalam audiensi.

Pusat riset itu diharapkan dapat menjadi base camp bagi peneliti yang melakukan penelitian di Belitung.

Fungsinya dapat dikembangkan lebih jauh, mulai dari penyimpanan peralatan penelitian, ruang kolaborasi akademik, hingga galeri yang mendokumentasikan hasil penelitian mengenai kekayaan hayati Belitung.

Dengan demikian, keberadaan pusat riset bukan semata menyediakan fasilitas bagi peneliti, tetapi juga dapat menjadi ruang yang mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan masyarakat.

Massa Bakar Kantor Wasprod PT Timah, Harga Timah Naik Rp225 Ribu/Kg dan Meja Goyang Kembali Beroperasi Hari ini

Laman: 1 2 3 4

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer