BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN – Sebanyak 80 persen pelanggan Perumda Air Minum (AM) Tirta Batu Mentas di wilayah Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, terdampak gangguan distribusi air bersih, Kamis (29/10/2026).
Gangguan ini terjadi setelah mesin pengisap air di Embung Kepayang tidak beroperasi akibat kendala pengambilan air baku di tengah kondisi darurat kekeringan.
Direktur Perumda AM Tirta Batu Mentas, Munandar Motong atau yang akrab disapa Nage, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang mengalami gangguan pasokan air bersih.
Ia mengatakan, menurunnya volume air di Embung Kepayang menyebabkan proses pengambilan air baku tidak berjalan optimal. Akibatnya, pasokan air menuju instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) ikut terganggu.
“Kami selaku manajemen Perumda AM Tirta Batu Mentas memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan. Kurang lebih 80 persen pelanggan di Tanjungpandan terdampak akibat tidak beroperasinya mesin embung kita di Kepayang,” kata Nage.
Embung Menyusut, Mesin Pengisap Terkendala
Nage menjelaskan, Embung Kepayang memiliki luas sekitar 10 hektare. Namun, luas genangan air yang tersisa saat ini diperkirakan hanya sekitar 6 hingga 7 hektare, dengan kedalaman kurang lebih 90 sentimeter.
Kondisi tersebut menjadi kendala bagi mesin pengisap untuk mengambil air baku. Selain itu, endapan sedimen di bagian bawah pipa pengisap turut mengganggu kinerja mesin.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya mempercepat proses perbaikan, terutama dengan menangani sedimen yang menghambat pengoperasian mesin.

Komentar