“Kondisi ini menjadi kendala bagi mesin pengisap air. Hari ini kami melakukan percepatan perbaikan, khususnya pada pembuangan sedimen agar mesin bisa kembali beroperasi,” ujarnya.
Perbaikan Ditargetkan Rampung Dua Hari
Manajemen Perumda AM Tirta Batu Mentas menargetkan Embung Kepayang dapat kembali beroperasi paling lambat dua hari setelah proses perbaikan dilakukan.
Nage berharap upaya tersebut segera membuahkan hasil sehingga distribusi air bersih kepada pelanggan di Tanjungpandan dapat berangsur pulih.
“Insyaallah paling lambat lusa embung sudah bisa beroperasi kembali. Sekali lagi, kami memohon maaf atas gangguan pendistribusian air bersih kepada seluruh pelanggan di Tanjungpandan,” ungkapnya.
Meski demikian, pelanggan masih harus menunggu hingga perbaikan selesai dan operasional mesin kembali normal.
Instalasi Serkuk Hanya Layani 20 Persen Pelanggan
Di tengah gangguan tersebut, instalasi pengolahan air di Kolong Air Serkuk masih beroperasi. Namun, kapasitas layanan dari instalasi itu hanya mencakup sekitar 20 persen dari total pelanggan.
Keterbatasan kapasitas tersebut membuat pelayanan air bersih belum mampu menjangkau seluruh pelanggan yang terdampak gangguan dari Embung Kepayang.
Nage menegaskan, persoalan ini juga berkaitan dengan kondisi darurat kekeringan yang memengaruhi ketersediaan air baku.
Ia meminta pelanggan memahami kondisi yang sedang dihadapi perusahaan dan kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami berharap pelanggan dapat memahami kondisi ini. Atas nama Perumda AM Tirta Batu Mentas, saya kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tutup Nage. (*/BilitonNews.co/Gumay)

Komentar