BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN — Haji Junaidi, yang akrab disapa Juna, angkat bicara terkait informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan penemuan atau penangkapan sekitar 10 ton pasir timah di sebuah gudang.
Juna menegaskan informasi tersebut tidak benar. Ia juga menyatakan tidak memiliki hubungan dengan peristiwa yang disebut-sebut terjadi di lokasi yang dikaitkan dengan namanya.
Klarifikasi itu disampaikan Juna di hadapan sejumlah wartawan di Kongjie Biliton, Kota Tanjungpandan, Rabu (12/8/2026).
Menurut Juna, klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang dinilainya telah menyudutkan dirinya. Ia juga keberatan karena namanya dikaitkan dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
“Beredar informasi yang saya dapat mengatasnamakan saya, sampai ada penangkapan di gudang tempat tinggal saya sebesar 10 ton. Berita-berita itu tidak benar dan tidak ada sangkut pautnya dengan saya,” ujar Juna.
Juna juga membantah adanya penggerebekan maupun penyitaan sekitar 10 ton pasir timah di kediamannya.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pemilik barang yang diamankan maupun pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Saya kurang tahu pemiliknya siapa. Ada yang ditangkap, kemungkinan dari TNI. Nanti akan memberikan keterangan,” katanya.
Juna menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media karena sebelumnya memilih tidak memberikan tanggapan terhadap informasi yang beredar.
“Saya mohon maaf kepada teman-teman media, kemarin-kemarin saya tidak merespons berita-berita itu. Hari ini saya mengajak media, intinya berita itu tidak ada hubungan terhadap saya,” ujarnya.


Komentar