BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Mulai Sabtu (8/8/2025) harga timah naik menjadi Rp225 ribu per kilogram untuk OC73 dan meja-meja goyang sudah mulai beroperasi Kembali. Dengan demikian masyarakat penambang bisa mulai lancar menjual pasir timahnya dengan Harga yang lebih tinggi.
Hal ini dikatakan petugas kepolisian saat mengimbau massa agar bubar dan kembali ke rumah masing-masing dari pintu gerbang utama Gudang Bijih Timah (GBT) PT Timah Tbk di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada Jumat (7/8/2026) sore.
PT Timah juga berkomitmen untuk rencana pembukaan delapan pos atau stasiun pembelian timah yang sebelumnya menjadi salah satu tuntutan utama para penambang.
Janji kenaikan harga dan pembukaan pos pembelian timah ini sempat dipertanyakan warga yang ada di lokasi tersebut kepada petugas. Keputusan PT Timah dalam merespon aksi massa yang sempat anarkis di Kantor Pengawasan Produksi (Wasprod) dan GBT PT Timah Tbk Desa Lenggang hari itu bisa menjadi pegangan masyarakat penambang atau tidak?
“Kini meja goyang beroperasdi sehari dua hari, la dak operasi pulak. Kami susah nak jual timah. Ini masalah cari makan,” kata Yunus, salah seorang penambang timah warga Desa Gantung, Beltim.
“Kami nambang dapat timah, susah nak jual. Kadang kami la antri di pos PT Timah, pas sampai depan meja pembelian, duit habis. Terpaksalah timah sekilo dua kilo dibawak balik pulak. Itula yang jadi kemarahan masyarakat,” kata Yunus.
Kenaikan Harga timah menjadi buah bibir warga penambang timah, namun mereka khawatir para kolektor timah tidak mempunyai modal untuk membeli timah mereka. Pasalnya modal mereka masih ‘nyangkut’ di PT timah, dimana BUMN pertambangan timah ini lambat dalam pencairan pembeliann timah mereka.



Komentar