BILITONNEWS.CO, VATIKAN – Dalam pidato tahunan pertamanya kepada para diplomat yang terakreditasi di Takhta Suci, Paus Leo XIV mengeluarkan peringatan keras terhadap meningkatnya penggunaan kekuatan militer oleh negara-negara di dunia.
Menurutnya, diplomasi yang dulu menekankan dialog dan kesepakatan kini mulai tergeser oleh strategi yang mengandalkan kekuatan, sebuah tren yang dinilai sangat mengkhawatirkan bagi masa depan perdamaian dunia.
Pidato bertajuk State of the World, yang digelar pada Jumat, 9 Januari 2026 di Hall of Benediction, Vatikan, disampaikan dalam bahasa Inggris dan dihadiri oleh perwakilan dari puluhan negara.
Dalam sambutannya, Paus menyatakan bahwa lemahnya peran organisasi internasional dalam menyelesaikan konflik global menjadi salah satu alasan perlunya kembali menguatkan diplomasi berbasis dialog.
โPerang kembali menjadi tren dan semangat untuk berperang semakin menyebar,โ tegas Paus Leo XIV, sambil menggarisbawahi bahwa diplomasi seharusnya tetap berfokus pada perundingan serta konsensus antarnegara.
Paus, yang merupakan paus asal Amerika Serikat pertama, juga menyoroti sejumlah kawasan konflik yang masih berlangsung, termasuk di Eropa, Timur Tengah, Afrika, serta Asia.
Ia mendorong solusi politik yang damai dan menekankan pentingnya memperhatikan kepentingan seluruh rakyat โ bukan hanya kepentingan satu pihak atau blok tertentu.
Situasi di Venezuela menjadi salah satu sorotan dalam pidato tersebut. Paus Leo XIV menyerukan agar kehendak rakyat Venezuela dihormati dan hak-hak sipil serta kemanusiaan dijamin dalam upaya mencapai stabilitas dan harmoni di negara itu.















































Komentar