Belitung Timur
Home ยป Berita ยป 5 Desa Jadi Kantong Stunting, TPPS Beltim Perkuat Intervensi hingga Desa

5 Desa Jadi Kantong Stunting, TPPS Beltim Perkuat Intervensi hingga Desa

Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Beltim yang digelar di Ruang Rapat Gunung Lumut Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Selasa (2/6/2026).

Menurut Khairil, rakor TPPS menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan sekaligus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting di masa mendatang.

Khairil yang juga Ketua TPPS Kabupaten Beltim ini menyatakan bahwa penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, PLKB, pemerintah desa hingga Tim Pendamping Keluarga.

โ€œKecamatan harus aktif sebagai koordinator wilayah, puskesmas memperkuat layanan kesehatan dan gizi, sementara PLKB dan Tim Pendamping Keluarga melakukan pendampingan serta pemantauan terhadap keluarga sasaran secara berkelanjutan,โ€ ujar Khairil.

Desa Buding Jadi Contoh

Di tengah tantangan tersebut, dipaparkan bahwa sejumlah desa menunjukkan capaian yang menggembirakan dalam upaya menekan angka stunting.

Forum Pemuda NTT Pertanyakan Legalitas Penangkapan 8 Debt Collector, Desak Pimpinan Polda Babel Bertindak

โ€œDesa Buding menjadi desa dengan prevalensi stunting terendah di Kabupaten Beltim yakni hanya 1,20 persen. Disusul Desa Lalang Jaya sebesar 2,09 persen dan Desa Kurnia Jaya sebesar 2,28 persen,โ€ tambah Khairil.

Mantan Camat Dendang ini juga meminta seluruh anggota TPPS untuk terus memperbaiki kualitas data sebagai dasar pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program di lapangan.

โ€œData yang akurat dan mutakhir sangat penting agar program dan intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan memberikan hasil yang optimal,โ€ pinta Khairil.

Keberhasilan desa-desa tersebut dinilai menjadi contoh bahwa penanganan stunting dapat dilakukan secara efektif apabila intervensi kesehatan, pendampingan keluarga, serta dukungan pemerintah desa berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

Menuju Puncak Musda XVI, KNPI Belitung Dorong Lahirnya Kepemimpinan Pemuda yang Inovatif

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer