“Misalnya seharusnya dapat Rp2 juta, tetapi belum waktunya menarik. Kemudian dia puy atau menjual arisan kepada anggota lain supaya uangnya cair. Tidak full, misalnya dapat Rp1,7 juta,” jelasnya.
Setelah dana diterima, peserta tetap memiliki kewajiban membayar sesuai kesepakatan.
Mesi menilai mekanisme tersebut seharusnya tidak menjadi persoalan selama seluruh anggota menjalankan kewajibannya.
Arisan Berjalan Sejak Mei 2026
Menurut Mesi, kelompok tersebut mulai berjalan sekitar 14 Mei 2026.
Kemudian pada 24 Mei 2026, giliran pertama ditarik oleh owner.
Setelah itu, giliran peserta berikutnya berjalan hingga akhirnya memasuki beberapa nomor berikutnya.
Mesi mengatakan pembayaran pada awal arisan masih berlangsung lancar.
Namun, memasuki salah satu giliran, pembayaran disebut mulai tidak penuh dan masih menyisakan tunggakan.
Hingga 12 Agustus 2026, arisan disebut telah memasuki nomor sembilan dan kini berjalan menuju nomor 10.
Owner Mengaku Kecewa
Mesi mengaku persoalan tersebut membuatnya kecewa.
Pasalnya, ia mengaku sudah lama menjalankan kegiatan arisan.
Ia mengatakan dirinya mulai menjadi owner atau kepala arisan sejak 2008, mengikuti jejak orangtuanya yang sebelumnya juga menjalankan arisan.
“Saya membuka arisan ini dari orangtua. Dulu orangtua saya membantu perekonomian keluarga dan orang lain melalui arisan. Dari situ jejaknya turun ke saya,” ujar Mesi.
Anggota arisan yang dikelolanya disebut berasal dari berbagai latar belakang.
Tidak hanya dari Belitung, ada pula anggota yang berada di Jakarta dan Bandung.


Komentar