Menurut dia, keberadaan wartawan olahraga bukan hanya berkaitan dengan memberitakan pertandingan atau mencatat hasil kompetisi.
Media juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan perjuangan atlet, mengangkat potensi olahraga daerah, serta membangun perhatian publik terhadap prestasi olahraga.
Karena itu, SIWO PWI Belitung siap menjalankan perannya sebagai mitra publikasi strategis KONI.
“Jika SIWO PWI sudah menjadi anggota fungsional KONI, maka perannya resmi dan diatur di AD/ART KONI. Maka jelas nantinya kami memiliki kewajiban nyata sebagai mitra publikasi yang strategis,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan satu hal penting, pembinaan olahraga dan publikasi tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri.
KONI memiliki peran dalam pembinaan dan pengembangan olahraga, sementara media memiliki kekuatan untuk membawa cerita tentang perjuangan atlet dan perkembangan olahraga tersebut ke tengah masyarakat.
KONI Membina, SIWO Membesarkan Nama Olahraga
Bagi Agung, hubungan antara olahraga dan media memiliki mata rantai yang saling melengkapi.
Prestasi atlet yang lahir dari latihan panjang membutuhkan ruang untuk diketahui publik.
Begitu pula program pembinaan olahraga membutuhkan informasi yang dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Di titik itulah SIWO PWI Belitung ingin mengambil peran.
“Kesimpulannya jelas, jika KONI yang membina olahraga, maka SIWO yang membesarkan nama olahraga itu lewat media,” tegas Agung.
Masuknya SIWO PWI Belitung sebagai anggota fungsional KONI diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih kuat antara insan olahraga dan insan pers.



Komentar