“Panitia sangat luar biasa. Kolaborasi dan komunikasi dengan semua elemen bergerak satu per satu. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah menyukseskan ini,” ujar Syamsir.
Ia menilai pelaksanaan perdana Sintak Baro Cup menjadi pengalaman penting yang dapat dijadikan bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
Syamsir berharap turnamen tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tahun 2026.
Ia bahkan mendorong agar Sintak Baro Cup kembali digelar pada 2027 dengan konsep dan persiapan yang lebih matang.
Target Tahun Depan: Pemancing dari Luar Belitung
Ada satu target yang secara khusus disampaikan Syamsir.
Ia berharap penyelenggaraan tahun depan mampu menarik peserta dari luar Pulau Belitung.
“Ini yang nanti mudah-mudahan bisa disukseskan kawan-kawan,” katanya.
Menurut Syamsir, jika mampu dikembangkan secara konsisten, turnamen mancing bukan hanya menjadi ajang kompetisi komunitas.
Kegiatan tersebut juga bisa menjadi bagian dari promosi potensi wisata bahari Belitung.
Terlebih, Belitung memiliki wilayah perairan yang dinilai sangat potensial sebagai lokasi kegiatan mancing.
“Mudah-mudahan ini bisa dijadikan event yang membantu juga Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung, supaya mancing ini bisa dikenal di luar. Pulau Belitung spotnya sangat luar biasa dan fasilitasnya sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ia pun berharap Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk melihat dukungan yang dapat diberikan kepada komunitas pemancing dan nelayan.

Komentar