Ia menyebut Dinas Perikanan, Diskominfo, Dinas Pariwisata dan instansi terkait lainnya dapat berkolaborasi untuk memperluas gaung kegiatan.
Dengan dukungan tersebut, Sintak Baro Cup diharapkan tidak hanya dikenal masyarakat Belitung, tetapi juga menjadi agenda yang diperhitungkan para penghobi mancing dari berbagai daerah.
Hadiah Bukan Tujuan Utama
Menariknya, Vina menilai besarnya hadiah bukan satu-satunya alasan para penghobi mancing mengikuti kompetisi.
Bagi para angler, menurutnya, keberadaan wadah untuk menyalurkan hobi dan bertemu sesama penghobi justru menjadi daya tarik tersendiri.
“Kalau sudah hobi mancing, hadiah itu mungkin bukan menjadi tujuan utama. Kawan-kawan angler punya wadah, punya event untuk menyalurkan hobinya dan juga saling bersaing. Inilah yang membuat kompetisi semakin menarik,” tuturnya.
Meski begitu, ia berharap apabila skala turnamen semakin besar, dukungan sponsor juga ikut bertambah.
Dengan demikian, hadiah yang diperebutkan dapat semakin menarik dan mampu menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi peserta.
“Hadiah mungkin penting, tetapi buat penghobi mancing mungkin itu yang kesekian. Dengan gaung yang semakin besar, sponsor yang semakin banyak, harapannya hadiahnya juga bisa lebih menarik,” katanya.
Bagi Vina, Sintak Baro Cup memiliki modal awal yang kuat, komunitas, hobi, persaudaraan, kepedulian terhadap laut dan potensi wisata.
Tinggal bagaimana seluruh pihak menjaga konsistensi dan berkolaborasi agar turnamen tersebut tidak berhenti sebagai event lokal, tetapi berkembang menjadi agenda wisata yang mampu membawa nama Belitung semakin dikenal. (BilitonNews.co/Gumay)

Komentar