Beberapa upaya promosi mandiri sebenarnya sudah dilakukan pihaknya.
Seperti saat partisipasi dalam NATAS Travel Fair 2026 di Singapura, serta MATTA Fair April 2026 di Kuala Lumpur.
Selain itu, promosi juga dilakukan di Kamboja dan Vietnam melalui jejaring agen perjalanan Singapura.
Namun, Agus menilai langkah tersebut masih terbatas.
“Kalau sifatnya pribadi tentu ada keterbatasan. Mudah-mudahan pemerintah sudah punya strategi untuk promosi Belitung secara luas,” kata mantan Ketua Umum ASPPI periode 2021-2025 ini.
Selain promosi, kesiapan destinasi juga menjadi sorotan.
Agus menyebut meski Bandara HAS Hanandjoeddin sudah terlihat lebih baik, pengembangan destinasi wisata di Belitung dinilai masih belum signifikan.
Pelaku pariwisata sebenarnya sudah menyiapkan berbagai paket wisata menarik, mulai dari mancing, diving, hingga golf.
Bahkan, beberapa produk mulai melibatkan masyarakat melalui konsep desa wisata.
Namun, tantangan utamanya adalah distribusi informasi ke pasar internasional.
Agus juga mengingatkan agar momentum pembukaan rute internasional ini tidak hanya berdampak sesaat.
Ia berharap kunjungan wisatawan bisa berkelanjutan, bukan sekadar ramai di awal lalu kembali sepi.
Dengan strategi promosi yang tepat, penguatan destinasi, serta sinergi seluruh pihak, rute Singapura–Belitung berpotensi menjadi pintu utama kebangkitan pariwisata Belitung di pasar global.
(Bilitonnews.co/Kamri)


Komentar