Gagasan menggelar nonton bareng sebenarnya telah muncul sejak laga Persib Bandung melawan PSM Makassar. Namun sejumlah kendala teknis membuat rencana tersebut belum dapat terlaksana sesuai harapan.
“Awalnya banyak kendala. Tapi kami terus belajar dan memperbaiki kekurangan. Alhamdulillah saat final Liga Champions Eropa, nobar pertama yang benar-benar terealisasi bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Keberhasilan itu menjadi titik awal bagi Kupi 33 untuk terus menghadirkan tayangan pertandingan-pertandingan bergengsi.
Momentum tersebut berlanjut dengan penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 yang kini mulai menarik perhatian masyarakat Belitung.
Bang Angga menegaskan pihaknya berkomitmen menayangkan seluruh rangkaian pertandingan hingga partai puncak.
“Kami ingin menjadikan Kupi 33 sebagai tempat berkumpul yang nyaman bagi para pecinta sepak bola. Insya Allah seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 akan kami tayangkan sampai final,” ungkapnya.

Selain menyediakan fasilitas layar untuk nobar, Kupi 33 juga menawarkan akses WiFi gratis, beragam pilihan kopi, serta suasana santai yang mengedepankan nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
Dengan konsep sederhana namun penuh kehangatan, Kupi 33 perlahan tumbuh menjadi ruang publik baru bagi para pencinta sepak bola di Belitung.
Di tempat inilah kursi-kursi kayu menjadi saksi lahirnya pertemanan, meja-meja sederhana menjadi tempat berbagi cerita, dan sorak kemenangan berpadu dengan aroma kopi yang mengepul hangat.
Sebab sepak bola bukan sekadar soal menang atau kalah. Ia adalah bahasa universal yang menyatukan banyak hati dalam satu layar, satu semangat, dan satu cerita yang terus hidup di setiap pertandingan. (BilitonNews.co/Gumay)





















Komentar